Mengulas Biaya Sekolah Kedokteran Yang Semakin Mahal

Mengulas Biaya Sekolah Kedokteran Yang Semakin Mahal

Menjadi seorang dokter memang jadi prestise tersendiri. Banyak orang tua yang rela mengeluarkan puluhan bahkan ratusan juta agar anaknya bisa menjadi seorag dokter. Apalagi saat ini biaya kuliah di fakultas kedokteran jauh berlipat dari saat aku masuk 6 tahun yang lalu. Di sisi lain ada banyak orang tua yang hanya gigit jari. Tatkala mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan untuk bisa menjadi seorang dokter.

Sudah sewajarnya ?
Jika dibandingkan dengan fakultas lain, biaya pendidikan di Fakultas Kedokteran memang lebih tinggi. Sebagai gambaran, untuk biaya semester saja, seorang mahasiswa di FK UI harus mengeluarkan sekitar 2 juta rupiah. Belum lagi biaya untuk praktikum, beli buku, atau biaya lain untuk menunjang kegiatan belajar. Jumlah itu akan berlipat bila kuliah di fakultas kedokteran swasta.

Siapa yang bertanggung jawab ?
Selama ini pembiayaan di fakultas kedokteran hanya bergantung pada uang kuliah yang dibayar mahasiswa dan dana yang disediakan pemerintah. Namun, selama ini pemerintah menganggap fakultaskedokteran itu dianggap sebagai fakultasyang kaya, jadi tidak perlu disubsidi. Padahal kenyataannya tidak seperti itu.  Biaya yang tinggi tentu saja menimbulkan dampak negatif. Pertama tentu saja kesempatan menjadi dokter bagi anak yang cerdas namun kondisi ekonomi yang terbatas, sangatlah kecil. Di sisi lain, dengan modal dana yang besar, kemampuan otak tidak lagi menjadi ukuran.
Kedua, akan muncul dokter yang berorientasi hanya mengejar keuntungan, dan melupakan falsafah dokter yang bertujuan menolong pasien tanpa melihat pasien itu mampu atau tidak.
Apa solusinya ?
Meskipun demikian, masih ada jalan keluar dari permasalahan tersebut. Anak yang cerdas dan bisa masuk ke fakultas kedokteran negeri dengan kepandaian yang dimiliki masih bisa mendapatkan subsidi. Salah satu sumbernya bisa berasal dari alumni, seperti yang terjadi di FK UI, terdapat program orang tua asuh. Belum lagi adanya kemungkinan mendapatkan beasiswa, atau pengurangan biaya pendidikan. Di fakultas kedokteran UNSRI sendiri beasiswa ini sangat membantu bagi mahasiswa kedokteran dengan ekonomi terbatas.

Peran pendidikan informal, terutama pendidikan spiritual/ agaa dari orang tua sejak kecil di rumah sangat besar! Kemudian peran genetik yang mempunyai seorang mempunyai bakat generous nature(dermawan yang alamiah) juga tidak kalah pentingnya. Titulah yang menetukan seorang dokter menjadi komersial atau tidak dikemudian hari.

By restiindah37

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s