Pakai Kawat Gigi Ternyata Berbahaya !!

Tren kawat gigi atau behel mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Benda yang satu ini dikenal sebagai alat perapi gigi yang modern.

Di Indonesia, penggunaan kawat gigi baru dimulai pada 1980-an dan semakin popular pada awal 2000-an hingga sekarang. Artinya, mengenakan behel sudah menjadi tren di semua lapisan masayarakat. Baik usia tua, muda, bahkan dikalangan anak-anak.

Namun, dalam prakteknya pemasangan kawat gigi sangatlah berbahaya jika dilakukan bukan oleh dokter melainkan tukang gigi.

Mengapa demikian ? Simak ulasan berikut…

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) drg Zaura Rini Anggraeni, MDS menjelaskan pemasangan kawat gigi yang dilakukan oleh tukang gigi menimbulkan beragam efek samping. Terlebih pada gigi yang bermasalah baik untuk efek samping ringan hingga berat.

“Yang dipikirkan saat ini adalah keselamatan pasien, khususnya jika tindakan di bawah standar. Akibatnya bisa terlihat di rongga gigi atau penularan penyakit dan lainnya,” jelas drg Zaura dalam acara media breafing penertiban praktik tukang gigi’ di Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Maraknya pemasangan behel pada tukang gigi, sambung drg Zuhra, karena masyarakat menganggap ke dokter gigi biaya berobatnya tinggi sekali, jadi mungkin masyarakat pergi ke tukang gigi yang biayanya lebih ringan.

“Namun, hal ini bisa mengakibatkan biaya yang jauh lebih tinggi jika pada akhirnya setelah pemasangan timbul efek-efek negatif yang membahayakan kesehatan mulut dan gigi para penggunany,” ungkap drg Zuhra.

Tidak semua perawatan gigi itu mahal, ada yang murah dan terjamin seperti di puskesmas murah, bermutu dan terjangkau, di rumah sakit pemerintah atau rumah sakit gigi dan mulut yang terdapat di semua Fakultas Kedokteran gigi. Bahkan di beberapa daerah ada yang menggratiskan biaya dokter gigi, jadi tidak selamanya mahal.

“Kalau di swasta tentu harganya lebih mahal, tapi kalau di rumah sakit pemerintah relatif murah dan pelayanannya bermutu. Karena semua dokter gigi yang berpraktek sudah melewati uji kompetensi,” ujar drg Zaura.

Menurut drg Zuhra pemasangan kawat gigi yang tidak benar bukan hanya dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada mulut dan gigi melainkan juga dapat menyebabkan pasien tertular penyakit mulai dari Hepatitis hingga HIV/AIDS.

Nah, untuk lebih jauhnya kenali beberapa efek samping yang berbahaya akibat pemasangan kawat gigi, seperti dilansir Ehow.

Penyakit Menular Seksual


Kawat logam yang dipasang pada gigi Anda sering berbenturan dan dapat menyebabkan luka kecil pada bibir dan bagian dalam pipi Anda. Nah, saat Anda terlibat dalam aktivitas seksual seperti seks oral atau bahkan berciuman, luka kecil di dalam mulut Anda akan menyediakan jalan masuk untuk penyakit, termasuk hepatitis dan HIV, memasuki aliran darah Anda.

Alergi

Kawat gigi logam mengandung berbagai logam, termasuk nikel, tembaga dan kromium. Sekitar 30 persen pasien ortodontik dari semua pasien ortodontik lainnya memiliki alergi terhadap logam ini yang dapat menyebabkan rasa sakit dan telinga tersumbat.

Selain itu, pasien yang tidak memiliki alergi sebelum mereka memakai kawat gigi berpotensi terkena alergi setelah mereka memakainya. Untungnya, alergi terhadap nikel, tembaga dan kadmium umumnya ringan dan mudah diobati dengan mengubah jenis logam yang digunakan dalam kawat gigi.

Karang Gigi

Karena area di bawah dan di sekitar kurung logam dan kawat yang sulit untuk dibersihkan, sisa-sisa makanan bisa terjebak di daerah-daerah yang sulit dijangkau sikat gigi, yang mengarah ke penumpukan plek.

Hal ini mengakibatkan orang dengan kawat gigi logam dapat berisiko tinggi mengalami kerusakan gigi dan penyakit gusi. Untuk menghindari masalah ini, Anda harus menggunakan sikat khusus untuk membersihkan gigi Anda

 

By restiindah37

Bayi Yang Dibekukan Sampai Mati Agar Selamat

Bayi yang bernama Samaa Zahir baru berusia sebulan saat dokter memutuskan ia harus dioperasi, jika tidak akibatnya bisa fatal: maut. Silahkan baca artikel di bawah ini

Sudah sejak lahir, kondisi Samaa abnormal. Pembuluh darah yang mengalir ke jantungnya terhubung dengan cara yang salah. Harusnya, pembuluh darah itu membawa darah beroksigen dari paru-paru ke sisi kiri jantung. Yang terjadi, justru sebaliknya.

Namun, mengoperasi jantung bayi seukuran lebih kecil dari bola golf jelas tantangan besar untuk para dokter dari Great Ormond Street Hospital, London. Akhirnya sebuah terobosan revolusioner diputuskan: bayi ini dibekukan sampai mati.

Samaa dibuat mati suri. Caranya, dokter meletakkan kantung berisi es di sekeliling kepala bayi itu–darahnya didinginkan dari suhu normal, 37 derajat Celcius, menjadi 18 derajat menggunakan mesin bypass jantung dan paru-paru.

Tak hanya itu, para dokter nekat itu juga menghentikan detak jantungnya dengan cara menyuntikkan obat dan mematikan mesin bypass. Di titik ini, secara klinis, bayi Samaa telah meninggal dunia. Tubuhnya hampir sepenuhnya kehabisan darah.

Sementara itu, ahli bedah kardiotoraks Tain-Yen Hsia dan timnya harus bekerja melawan waktu. Jendela keselamatan maksimum (maximum window of safety) adalah 50 menit–sebelum jantung orok ini harus di-restart untuk mencegah kerusakan pada otak dan organ dalam.

Untungnya, Samaa tak harus menunggu 50 menit untuk hidup kembali. Dokter berhasil membawanya kembali ke dunia dalam waktu 23 menit.

Setelah mesin dihidupkan, darah hangat langsung terpompa dan mengembalikan suhu tubuhnya ke titik normal, 37 derajat Celcius. Jantung mungil itu pun kembali berdetak.

Mengapa Samaa harus dibekukan? Menurut Dokter Hsia, tim medis harus melakukan operasi mikro. Sebab, mereka berurusan dengan pembuluh darah yang setipis kertas beras (rice paper). Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah membekukan tubuh dan menghentikan sirkulasi darah agar pasien masuk ke fase hipothermia.

“Ini seperti mencemplungkan bayi ke dalam seember air es. Saat menghentikan jantung, kami harus melakukan operasi secepatnya dengan tingkat presisi tinggi,” katanya. “Tidak ada ruang melakukan kesalahan sekecil apapun.”

Lima bulan setelah operasi yang dramatis, Samaa telah sembuh total. Satu-satunya bekas operasi yang dimiliki bayi asal Finchley, London Utara ini, adalah bekas luka di dadanya. Ibunya, Roosina Ahmed (30) dengan haru menceritakan saat-saat terberat dalam hidupnya.

“Saat pertama anakku membuka matanya, tak terkira bahagia yang saya rasakan. Bayangkan, selama 20 menit ia terbaring dengan tubuh dingin, tanpa kehidupan,” kata Roosina seperti dimuat Daily Mail, Minggu, 17 Oktober 2010.

Perubahan drastis juga dialami Samaa pasca operasi. Jika sebelumnya ia bayi yang sangat lemah, bahkan untuk menangis sekalipun, kini dia gembul makan dan bermain tak kenal lelah.

By restiindah37

KESALAHAN-KESALAHAN DALAM DUNIA KEDOKTERAN

Kesalahan-kesalahan teraneh dalam dunia kedokteran

 

Menurut data yang ada, lebih dari 195.000 orang amerika meninggal karena malpraktik atau kesalahan Dokter dari 37 Juta catatan pasien setiap tahunnya daripada kecelakaan lalulintas darat laut dan udara, AIDS, Kanker digabungkan menjadi satu.

 

KLINIK INSEMINASI YANG SALAH MENGGUNAKAN SPERMA

Saat Nancy Andrews, warga Commack, New York, hamil setelah mengikuti program vitro fertilization, pasangan suami istri ini sama sekali tidak menduga bahwa anak yang dilahirkannya memiliki kulit dengan warna gelap yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan ciri fisik mereka.
Dari test DNA yang kemudian dilakukan diperkirakan telah terjadi kesalahan dimana para dokter di New York Medical Services for Reproductive Medicine secara tidak sengaja menggunakan sperma dari laki-laki lain yang bukan milik suaminya dan kemudian diensiminasi ke sel telur Nancy.

Pasangan ini tetap membesarkan sang bayi Jessica yang lahir pada tanggal 19 Oktober 2004 seperti layaknya darah dagingnya sendiri meski secara genetis telah terjadi kesalahan. Meskipun demikian pasangan ini tetap memperkarakan pemilik klinik tersebut atas kejadian yang tergolong malpraktik ini ke pengadilan.

CANGKOK JANTUNG DAN PARU-PARU YANG SALAH

Jésica Santillán, 17 tahun, meninggal 2 minggu setelah menjalani cangkok jantung dan paru-paru yang berasal dari pasien yang golongan darahnya tidak sama dengannya. Tim dokter di Duke University Medical Center gagal dalam memeriksa kecocokan darah sebelum operasi dilakukan.

Setelah sekian detik operasi transplantasi untuk mencoba membalikkan keadaan karena kesalahan fatal itu, Jésica mengalami gagal otak dan komplikasi yang membawanya ke kematian.

Jésica, imigran asal Mexico, tiba di Amerika Serikat tiga tahun sebelum menjalani pengobatan penyakit jantung untuk mempertahankan hidupnya. Dengan transplantasi jantung dan paru-paru di Duke University Hospital, Durham, N.C., alih-alih memperbaiki kondisinya, yang terjadi justru keadaan menjadi bertambah buruk.

Jésica, yang bergolongan darah O, malah menerima organ dari donor yang bergolongan darah A. Kesalahan fatal ini membuatnya dalam kondisi koma, dan meninggal ketika usaha para dokter untuk berusaha menggantikannya dengan organ yang kompatibel gagal.

Rumah sakit mengklaim telah terjadi human-error yang mengakibatkan kematian Jesica, selain prosedur yang cacat untuk memastikan kompatibilitas transplantasi organ. Setelah itu diberitakan telah terjadi kesepakatan tertutup antara rumah sakit dan keluarga soal ini. Tidak seorangpun, baik dari pihak keluarga atau rumah sakit yang mau memberikan komentar atas kasus ini.

PROSEDUR INVASIVE JANTUNG TERBUKA, NAMUN SALAH PASIEN

Joan Morris (nama samaran), seorang nenek berusia 67 tahun, diminta bantuannya dalam suatu pembelajaran di rumah sakit untuk cerebral angiography (ilmu mengenai darah pada otak). Sehari setelahnya, secara tidak sengaja dia “terpaksa” dijadikan objek studi mengenai invasive cardiac electrophysiology.

Setelah sesi angiography, pasien ini dipindahkan ke ruangan yang lain yang bukan merupakan ruangan asalnya. Kesalahan yang “direncanakan” terjadi keesokan harinya saat paginya pasien ini dibawa untuk suatu prosedur jantung terbuka.

Dia berada di atas meja operasi yang mestinya bukan untuk dia selama satu jam. Para dokter membuat irisan pada pangkal pahanya, menusuk sebuah arterinya, menyambungnya ke sebuah pipa pembuluh lalu ke atas ke jantungnya (suatu prosedur yang mengakibatkan resiko tinggi terjadinya pendarahan, infeksi, serangan jantung, dan stroke).

Kemudian tiba-tiba telepon berdering, dan seorang dokter dari bagian lain bertanya “Apa yang kalian lakukan dengann pasienku?” Tidak ada yang salah dengan jantungnya.

Kardiologis yang melakukan prosedur itu mencek data wanita itu dan baru menyadari kesalahan fatal telah terjadi. Studi itu langsung distop, setelah rekondisi wanita malang itu akhirnya dikembalikan ke kamar asalnya, beruntungya, dalam kondisi yang masih stabil.

SUVENIR SEPANJANG 13 INCH

Donald Church, 49 tahun, mempunyai tumor di perutnya saat ia tiba di University of Washington Medical Center di Seattle pada bulan Juni 2000. Setelah meninggalkan rumah sakit itu, tumornya hilang – tapi satu alat operasi (retractor) malah menggantikan tempat tumornya.

Ternyata dokter yang menanganinya secara tidak sengaja meninggalkan retractor sepanjang 13 inch di perutnya. Hal ini bukan kejadian yang pertama terjadi di klinik itu.

Empat kasus yang sama pernah terjadi di klinik yang sama antara tahun 1997 dan 2000. Masih untung, ahli bedah masih bisa mengambil lagi retraktor yang ketinggalan itu segera setelah diketahui.

Akibat dari peristiwa ini, Church mengalami konsekuensi gangguan fungsi perutnya. Klinik tersebut akhirnya setuju membayar Church sebesar US $97.000 (1 miliar rupiah) sebagai kompensasinya.

RUMAH SAKIT SALAH POSISI OPERASI OTAK, UNTUK KETIGA KALINYA DALAM SETAHUN

Untuk ketiga kalinya dalam tahun yang sama, dokter-dokter di Rhode Island Hospital melakukan operasi pada sisi kepala yang salah pada pasien-pasiennya. Yang terakhir terjadi pada tanggal 23 November 2007.

Seorang nenek berusia 82 tahun membutuhkan operasi untuk menghentikan pendarahan di antara otak dan tengkorak kepalanya. Seorang ahli bedah syaraf di rumah sakit itu mulai melakukan pembedahan dengan membuat lubang pada bagian sisi kanan kepala pasien, meski sebenarnya hasil CT scan memperlihatkan bahwa pendarahan terjadi pada bagian sisi kiri.

Beruntung dokter bedah ini segera menyadari kesalahannya dan segera menutup kembali lubang operasi yang salah dan melakukannya kembali pada sisi kiri kepala pasien. Kondisi pasien dilaporkan stabil pada hari Minggunya.

Kasus yang sama disebut-sebut juga terjadi pada bulan Februari, dimana seorang dokter yang lain juga melakukan operasi pada sisi kepala yang salah. Dan pada Agustus, lagi-lagi seorang kakek berusia 86 tahun menjadi korbannya, setelah nyawanya tidak terselamatkan akibat operasi pada kepalanya, tapi pada sisi yang salah dari kepalanya.

TERSADAR SAAT OPERASI MEMBUATNYA TRAUMA DAN MELAKUKAN BUNUH DIRI

Keluarga dari seseorang di West Virginia mengklaim telah terjadi pembiusan yang tidak cukup saat proses operasi dan mengakibatkan sang pasien bisa merasakan setiap irisan dari pisau bedah dan menjadikannya trauma berat. Trauma ini menurut keluarga itu membuat pasien itu melakukan bunuh diri dua minggu kemudian.

Sherman Sizemore dikirim ke Raleigh General Hospital di Beckley, W.Va., pada tanggal 29 Januari 2006 untuk dilakukan tindakan operasi berkenaan dengan rasa sakit di perutnya.

Tapi, saat operasi dilakukan, pasien ini dilaporkan mengalami fenomena dimana yang dkenal dengan nama anesthetic awareness atau kesadaran selama pembiusan, yang membuat pasien bisa merasakan sakit atau ketidaknyamanan selama operasi berlangsung, sementara dia sendiri tidak bisa bergerak atau melakukan komunikasi dengan dokternya.

Menurut komplain yang diajukan, anesthesiologis menyuntikkan obat bius pada pasien tapi gagal membuat mati rasa pasien hingga 16 menit setelah irisan pertama di perutnya. Anggota keluarga pasien tersebut mengatakan hal itu membuat trauma berat karena sadar saat sedang dioperasi tapi sama sekali tidak bisa bergerak atau mengkomunikasikannya dengan dokter yang akhirnya mendorongnya melakukan bunuh diri

 

Kecerobohan dokter yang salah mengangkat tumor melainkan otak pasien

 

Kecerobohan dalam operasi pengangkatan tumor di kepala berakibat fatal. Seorang pasien kehilangan sebagian otak yang berfungsi sebagai pusat penglihatan serta daya ingat, karena dokter mengiranya sebagai tumor lalu mengeluarkannya.

 

Parahnya lagi, setelah kondisi pasien membaik barulah diketahui bahwa tumor tersebut sebenarnya tidak perlu dioperasi. Pemberian obat-obat kemoterapi sudah cukup untuk mengontrol kondisi pasien, karena tumornya tidak terlalu ganas dan belum menyebar.

 

Meski kondisinya sudah membaik, pasien bernama John Tunney tersebut harus menderita cacat permanen di otaknya. Kemampuan melihatnya rusak sebagian, sedangkan ingatannya juga banyak yang terhapus sehingga mengalami amnesia atau hilang ingatan.

 

Pria 63 tahun asal Coventry, Inggris Tengah ini menjalani operasi otak tersebut pada tahun 2008 di University Hospital. Meski cacat permanen, kondisinya saat ini memang lebih baik dibandingkan usai dioperasi ketika otaknya mengalami perdarahan parah.

“Kerusakan otak John telah menghancurkan hidupnya. Sebelumnya dia orangnya santai dan sangat aktif. Sangat mengecewakan melihat ia berubah karena kesalahan yang tidak semestinya terjadi,” ungkap istri John, Pamela.

 

Bagian otak yang diangkat dalam operasi tersebut sebenarnya tidak terlalu banyak karena baru akan digunakan untuk keperluan biopsi atau pemeriksaan jaringan. Namun bukan jaringan tumor yang terangkat, dokter bedah justru mengambil jaringan sehat dari otak John.

 

Baru setelah jaringan tumor yang sesungguhnya diambil, dokter menyimpulkan bahwa sebenarnya tumornya tidak perlu diangkat. Tumor yang belum terlalu ganas itu masih bisa dijinakkan dengan obat-obat kemoterapi, sehingga tidak perlu ada operasi pengangkatan.

Melalui pengacaranya, John dan keluarganya berniat mengajukan tuntutan hukum ke pengadilan. Apalagi pihak rumah sakit telah mengakui terjadinya kesalahan prosedur dan sudah meminta maaf .

By restiindah37

ALASAN MENGAPA TULISAN DOKTER ITU JELEK…

ALASAN MENGAPA TULISAN DOKTER ITU JELEK…

 

Inilah alasan kenapa tulisan dokter jelek..Suatu waktu Anda sakit dan pergi ke dokter. Pasti si dokter memberi selembar kertas yang berisi daftar obat apa saja yang harus kita tebus di apotek. Anda mengenalnya dengan resep dokter. Soalnya kemudian nyaris sama yang dihadapi setiap pasien, di mana pun dia berada, bahwa semua tulisan dokter itu tak terbaca saking buruknya.

Maka muncul joke-joke atau bahkan menjadi alamat, jika tulisan tangan Anda di sekolah atau universiteit buruk dan nyaris tak terbaca, pastilah tulisan tangan Anda itu disebut secara spontan sebagai “Tulisan Dokter”. Ada lagi istilah lain untuk menunjuk tulisan acakadut itu: “Tulisan cakar ayam”. Kalau ada “Pondasi cakar ayam”, maka ada “tulisan cakar ayam”. Atau Sutami yang menemukan “pondasi cakar ayam” pertama kali untuk pembangunan Jembatan Semanggi di Jakarta Pusat itu terinspirasi oleh “tulisan cakar ayam” seorang dokter ya? Boleh jadi. Tapi boleh jadi juga ini ‘malpraktik’ karena menghubung-hubungkan sesuatu yang tak berhubungan sama sekali.

 

Memang tak pernah ada yang tahu penyebab pastinya mengapa ‘tulisan buruk’ itu sudah mentradisi dan siapa pula yang pertama kali dengan ‘jenius’ memperkenalkannya.

dr Ika Dewi Ana, dokter gigi dan staf pengajar di Kedokteran Gigi UGM, menolak disebut tulisannya sangat buruk (ia mengaku tulisannya nyaris sama dengan tulisan arsitek karena rapinya…). Menurutnya, seumur-umur dia belajar kedokteran, tak pernah ada pelajaran bagaimana trik menulis resep yang buruk di secarik kertas. Yang diketahuinya bahwa semua dokter harus memberikan informasi yang benar, jelas, dan terbuka kepada setiap pasien. Itu saja.

Apa pihak apoteker bisa membaca tulisan resep yang kriting itu? Hmmm bertahun-tahun mereka sudah berhubungan. Pastilah apoteker sudah hapal mati anatomi tulisan yang nyaris tak terbaca itu. Dan penjaga apoteker yang biasanya tulisan tangannya rapi, kerap juga ikut-ikutan buruk.

Ini namanya koinsidensi yang buruk. Untunglah sudah zaman komputer. Tapi salah. Soalnya yang dicetak di komputer hanyalah kuitansi pembayaran. Adapun resep tetap saja ditulis dengan spirit kekritingan yang sempurna.

Atau ini sebuah siasat si dokter dan sudah menjadi legasi tak tertulis agar resep yang ditulisnya tak dipalsu pasien untuk menebus obat tanpa sepengetahunnya; dan jika dipalsu pastilah pihak apoteker yang sudah mengetahui anatomi tulisan cakar ayam dokter itu akan mencium gelagatnya seperti petugas bank yang mengenali betul mana uang palsu dan mana yang asli.

Dan menjadi kian lucu pada suatu saat seorang dokter lulusan luar negeri akan menulis resep dengan tulisan tangan yang sangat bagus malah dicurigai sebagai penipu oleh apoteker karena menyalahi ‘kesepakatan’ yang sudah berurat akar. Hwarakadah.

Nah, ngomong-ngomong soal kesepakatan, di secarik kecil kertas resep itu juga sudah ada ‘aturan’ atau ‘struktur baku’ penulisannya. Dan yang tahu ‘aturan baku’ ini, ya cuma dokter dan apoteker yang ditunjuknya.

Baris pertama resep itu akan tertulis nama obat yang akan diberikan oleh si dokter, tentunya nama obat yang akan diberikan juga disesuaikan dengan penyakit dan baris selanjutnya tertulis petunjuk penggunaan obat: berapa kali obat itu harus diminum, sesudah atau sebelum makan atau berapa banyak obat tersebut harus dikonsumsi, jenis obat; puyer, tablet, sirup, kapsul, atau lainnya. Biasanya jenis obat disebutkan menggunakan kode-kode tertentu yang arti atau maknanya si dokter dan si apoteker sudah sama-sama tahu. Ada lagi beberapa perintah tersembunyi kepada apoteker. Miriplah sandi-sandi dari sebuah ‘gerakan mafia’.

Untuk perintah dan jenis obat biasanya ditulis agak menjaorok dari baris pertama yag berisi nama obat. Itu ditujukan untuk membedakan satu macam obat dengan lainnya. Itulah rahasia di balik penulisan resep.

Namun bukannya penjaga apoteker nyaris tahu semua apa yang dituliskan dokter itu. Apalagi penjaga apotekernya masih culun-culun. Dalam beberapa kali kasus misalnya, tulisan dokter tak jarang mendapat komplain dari apoteker lantaran ‘perintah’ tak jelas. Mereka takut jika ada nama obat yang mirip dan salah-salah mereka memberi obat yang keliru pada pasien bisa fatal akibatnya. Pasti si apoteker ini kelupaan ‘ditraining’ dalam ‘kelas membaca resep’.

Ya, dari komunikasi kedua pihak inilah, si pasien ngeloyor dari apotek dengan menjinjing sekantong plastik obat. Persoalan apa si pasien tahu apa obat yang dibawanya itu sudah sesuai dengan diagnosis penyakit, hanya tiga orang yang tahu: Tuhan, dokter, dan apoteker.

TANGGAPAN YG MENARIK DARI “calon dokter”

Memang tulisan buruk dokter itu disengaja…. kenapa???

1. Apabila tulisan mudah dipahami pasien takutnya pasien salah persepsi terhadap obat itu.
2. Tidak semua obat efeknya sama terhadap penyakit pasien yang disebabkan oleh penyakit yang sama.

Di dunia kedokteran memang diajarkan begitu, demi keamanan pasien itu sendiri.

Apabila tulisan dokter mudah dimengerti pasien, kalo misalkan ada penyakit yang menurut pasien sama dengan yang dulu terus tanpa menghubungi dokter dia seenaknya beli obat itu, atau memalsukan resep itu, kalo ada kesalahan yang menyebabkan lo meninggal salah siapa ???

Definisi obat dan racun itu hampir mirip, bedanya hanya pada dosisnya saja.Yang seorang dokter, saya mengucapkan terimakasih sudah membantu menyehatkan kami. Berkat kalian, kami bisa memperpanjang kesehatan kami.

 

By restiindah37

BEBERAPA ISTILAH-ISTILAH DALAM KEDOKTERAN

Ektomi

Akhiran -ektomi dalam ilmu kedokteran berarti “membuang”. Berikut adalah daftar istilah berakhiran -ektomi.

 

Itis

Sufiks -itis yang berasal dari bahasa Yunani biasa dipakai untuk istilah-istilah kedokteran yang berhubungan dengan radang atau peradangan.

Selain dalam bidang kedokteran, akhiran ini juga terkadang digunakan untuk penyakit-penyakit lainnya, termasuk senioritis[1] dan wiiitis [2]meskipun tidak terdapat radang maupu infeksi.

[sunting]Daftar radang

Radang

Anggota tubuh

Appendicitis

Vermiform appendix

Arteritis

Arteries

Arthritis

Sendi

Blepharitis

Kelopak mata

Bronchiolitis

Bronchioles

Bronkitis

Bronchi (saluran udara ke paru-paru)

Bursitis

Bursa

Cervicitis

Cervix

Cholangitis

Bile duct

Cholecystitis

Kantong empedu

Chorioamnionitis

Chorion dan amnion (kantong amniotic)

Cystitis

Kandung kemih

Dacryoadenitis

Lacrimal gland

Dermatitis

Kulit

Dermatomyositis

Kulit dan otot

Ensefalitis

Otak

Endocarditis

Endocardium

Endometritis

Endometrium

Enteritis

Usus kecil

Enterocolitis

Usus kecil dan usus besar

Esofagitis

Esofagus

Epicondylitis

Epicondyle

Epididymitis

Epididymis

Faringitis

Faring

Fasciitis

Fascia

Fibrositis

Fibrous connective tissue

Gastritis

Perut

Gastroenteritis

Perut dan usus kecil

Gingivitis

Gingiva

Glossitis

Lidah

Hepatitis

Hati

Hidradenitis suppurativa

Apocrine (kelenjar keringat)

Ileitis

Ileum

Iritis

Iris

Kolitis

Kolon

Konjungtivitis

Konjungtiva

Laryngitis

Larynx

Mastitis

Mammary gland

Meningitis

Meninges

Myelitis

Spinal cord

Myocarditis

Myocardium

Myositis

Otot

Nephritis

Ginjal

Omphalitis

Umbai cacing

Oophoritis

Ovary

Ophthalmitis

Mata

Orchitis

Testicle

Osteitis

Tulang

Otitis

Telinga

Pancreatitis

Pancreas

Parotitis

Parotid gland

Pericarditis

Pericardium

Peritonitis

Peritoneum

Pleuritis

Pleura

Phlebitis

Pembuluh darah

Pneumonitis

Paru-paru (pneumonia)

Proctitis

Rectum

Prostatitis

Prostate

Pyelonephritis

Ginjal

Rhinitis

Nasal cavity

Salpingitis

Tuba fallopi

Sinusitis

Sinus tengkorak

Stomatitis

Mulut

Synovitis

Membran Synovial

Tendinitis

Tendon

Tonsillitis

Tonsils

Uveitis

Uvea

Urethritis

Urethra

Vaginitis

Vaginal mucosa

Vasculitis

Pembuluh darah atau pembuluh limpa

Vulvitis

Vulva

 

Oskopi

 

Berikut ini adalah daftar istilah kedokteran berakhiran -oskopi yang diturunkan dari endoskopi yang berarti “melihat ke dalam” yang mengacu ke proses melihat ke dalam tubuh manusiauntuk berbagai keperluan medis.

 

Otomi

 

Akhiran “-otomi” dalam ilmu kedokteran umumnya berarti “memotong” atau “memisahkan”. Berikut adalah daftar istilah kedokteran berakhiran “-otomi”

 

By restiindah37

Mengulas Biaya Sekolah Kedokteran Yang Semakin Mahal

Mengulas Biaya Sekolah Kedokteran Yang Semakin Mahal

Menjadi seorang dokter memang jadi prestise tersendiri. Banyak orang tua yang rela mengeluarkan puluhan bahkan ratusan juta agar anaknya bisa menjadi seorag dokter. Apalagi saat ini biaya kuliah di fakultas kedokteran jauh berlipat dari saat aku masuk 6 tahun yang lalu. Di sisi lain ada banyak orang tua yang hanya gigit jari. Tatkala mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan untuk bisa menjadi seorang dokter.

Sudah sewajarnya ?
Jika dibandingkan dengan fakultas lain, biaya pendidikan di Fakultas Kedokteran memang lebih tinggi. Sebagai gambaran, untuk biaya semester saja, seorang mahasiswa di FK UI harus mengeluarkan sekitar 2 juta rupiah. Belum lagi biaya untuk praktikum, beli buku, atau biaya lain untuk menunjang kegiatan belajar. Jumlah itu akan berlipat bila kuliah di fakultas kedokteran swasta.

Siapa yang bertanggung jawab ?
Selama ini pembiayaan di fakultas kedokteran hanya bergantung pada uang kuliah yang dibayar mahasiswa dan dana yang disediakan pemerintah. Namun, selama ini pemerintah menganggap fakultaskedokteran itu dianggap sebagai fakultasyang kaya, jadi tidak perlu disubsidi. Padahal kenyataannya tidak seperti itu.  Biaya yang tinggi tentu saja menimbulkan dampak negatif. Pertama tentu saja kesempatan menjadi dokter bagi anak yang cerdas namun kondisi ekonomi yang terbatas, sangatlah kecil. Di sisi lain, dengan modal dana yang besar, kemampuan otak tidak lagi menjadi ukuran.
Kedua, akan muncul dokter yang berorientasi hanya mengejar keuntungan, dan melupakan falsafah dokter yang bertujuan menolong pasien tanpa melihat pasien itu mampu atau tidak.
Apa solusinya ?
Meskipun demikian, masih ada jalan keluar dari permasalahan tersebut. Anak yang cerdas dan bisa masuk ke fakultas kedokteran negeri dengan kepandaian yang dimiliki masih bisa mendapatkan subsidi. Salah satu sumbernya bisa berasal dari alumni, seperti yang terjadi di FK UI, terdapat program orang tua asuh. Belum lagi adanya kemungkinan mendapatkan beasiswa, atau pengurangan biaya pendidikan. Di fakultas kedokteran UNSRI sendiri beasiswa ini sangat membantu bagi mahasiswa kedokteran dengan ekonomi terbatas.

Peran pendidikan informal, terutama pendidikan spiritual/ agaa dari orang tua sejak kecil di rumah sangat besar! Kemudian peran genetik yang mempunyai seorang mempunyai bakat generous nature(dermawan yang alamiah) juga tidak kalah pentingnya. Titulah yang menetukan seorang dokter menjadi komersial atau tidak dikemudian hari.

By restiindah37

SEKOLAH / FAKULTAS KEDOKTERAN

Sekolah kedokteran

 

Sekolah kedokteran atau fakultas kedokteran adalah sebuah institusi pendidikan tertiari atau bagian dari institusi tersebut, yang terlibat dalam pendidikan pelaku medis masa depan (dokter).

Kriteria masuk, metodologi pengajaran, dan program medis yang ditawarkan di sekolah-sekolah kedokteran bervariasi di seluruh dunia.

Fakultas Kedokteran di Indonesia

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pendidikan medis di Indonesia

Fakultas kedokteran di Indonesia terdapat pada perguruan tinggi negeri maupun swasta. Berikut adalah daftar universitas yang memiliki fakultas kedokteran:

 

 

Perguruan tinggi yang menyediakan pendidikan spesialis

Di Indonesia, hingga sekarang terdapat sedikitnya 15 perguruan tinggi yang menyediakan program pendidikan dokter spesialis, yakni:

 

By restiindah37

DOKTER SPESIALIS

Dokter spesialis

Dokter spesialis adalah dokter yang mengkhususkan diri dalam suatu bidang ilmu kedokteran tertentu. Seorang dokter harus menjalani pendidikan profesi dokter pasca sarjana(spesialisi) untuk dapat menjadi dokter spesialis. Pendidikan dokter spesialis merupakan program pendidikan profesi lanjutan dari program pendidikan dokter setelah dokter menyelesaikan wajib kerja sarjananya dan atau langsung setelah menyelesaikan pendidikan dokter umum.

Daftar isi

Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia

Pendidikan dokter spesialis di Indonesia dinamakan Program Pendidikan Dokter Spesialis atau PPDS yaitu program pendidikan untuk melatih seorang dokter umum untuk menjadi dokter spesialis tertentu. Lama pendidikan ini bervariasi rata-rata 8 semester. Program ini baru dilakukan oleh beberapa fakultas kedokteran di universitas negeri yang bekerja sama dengan rumah sakit pendidikan. Dokter umum yang melanjutkan pendidikan sebagai dokter spesialis disebut residen.

Di bawah ini adalah gelar-gelar dokter spesialis dan lama pendidikannya di Indonesia:

Gelar

Nama Kepanjangan Gelar

Semester

Sp.A

Spesialis Anak

8

Sp.An

Spesialis Anestesiologi dan Reanimasi

7

Sp.And

Spesialis Andrologi

6

Sp.B

Spesialis Bedah

10

Sp.BA

Spesialis Bedah Anak

10

Sp.BM

Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial (Dokter gigi)

10

Sp.BTKV

Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskuler

10

Sp.BP

Spesialis Bedah Plastik

10

Sp.BS

Spesialis Bedah Saraf

11

Sp.KM

Spesialis Kedaruratan Medik

8

Sp.F

Spesialis Kedokteran Forensik & Medikolegal

6

Sp.FK

Spesialis Farmakologi Klinik

6

Sp.JP

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

10

Sp.KFR

Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi

10

Sp.KG

Spesialis Konservasi Gigi (Dokter Gigi)

10

Sp.KGA

Spesialis Kedokteran Gigi Anak (Dokter Gigi)

10

Sp.KJ

Spesialis Kedokteran Jiwa atau Psikiatri

8

Sp.KK

Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin

7

Sp.KN

Spesialis Kedokteran Nuklir

7

Sp.KO

Spesialis Kedokteran Olahraga

7

Sp.M

Spesialis Mata

7

Sp.MK

Spesialis Mikrobiologi Klinik

6

Sp.OG

Spesialis Obstetri & Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan)

9

Sp.Ok

Spesialis Kedokteran Okupasi (Kerja)

6

Sp.Onk.Rad

Spesialis Onkologi Radiasi

7

Sp.Ort

Spesialis Ortodonsia (Perawatan Maloklusi) (Dokter Gigi)

10

Sp.OT

Spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi

9

Sp.P

Spesialis Paru (Pulmonologi)

7

Sp.Perio

Spesialis Periodonsia (Jaringan Gusi dan Penyangga Gigi) (Dokter Gigi)

10

Sp.PA

Spesialis Patologi Anatomi

6

Sp.PD

Spesialis Penyakit Dalam

9

Sp.PK

Spesialis Patologi Klinik

8

Sp.PM

Spesialis Penyakit Mulut (Dokter Gigi)

10

Sp.Pros

Spesialis Prostodonsia (Restorasi Rongga Mulut) (Dokter Gigi)

10

Sp.Rad

Spesialis Radiologi

7

Sp.RM

Spesialis Rehabilitasi Medik

8

Sp.RKG

Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi (Dokter Gigi)

10

Sp.S

Spesialis Saraf

8

Sp.THT-KL

Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala Leher

8

Sp.U

Spesialis Urologi

10

Sp.Ger

Spesialis Geriatri (sedang dikaji)

9

Sub-spesialis / konsultan

Sebagian dokter spesialis melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu subspesialis (Sp2), atau lebih dikenal sebagai konsultan. Pendidikan Sp2 ini dijalani selama 4 sampai 6 smester. Beberapa gelar yang ditambahkan:

  • (K) diakhir gelar spesialisasi berarti Konsultan/Spesialis 2/Sub Spesialis, misalnya Sp.A (K) – artinya Spesialis Anak Konsultan
  • KFER – “Konsultan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi” (biasanya dimiliki oleh spesialis kebidanan)
  • KFM – “Konsultan Feto Maternal” (dimiliki oleh spesialis kebidanan-kandungan)
  • Gelar yang bisa ditambahkan pada spesialis jantung dan spesialis bedah:
    • FACC – “Fellow of the American College of Cardiologists”
    • FACP – “Fellow of the American College of Physicians”
    • FACS – “Fellow of the American College of Surgeons”, menandakan anggota dari “American College of Surgeons”
    • FESC – “Fellow of the European Society of Cardiology”
    • FICS – “Fellow Of the International College Of Surgeon”
    • FIHA – “Fellows Indonesian Heart Association”
    • Tambahan gelar lainnya:
      • DPM – “Doctor of Pediatric Medicine”
      • FAAEM – “Fellow of the American Academy of Emergency Medicine”
      • FAAFP – “Fellow of the American Academy of Family Physicians” spesialis di bidang “dokter keluarga
      • FACE – “Fellow of the American College of Endocrinology”
      • FACEP – “Fellow of the American College of Emergency Physicians”
      • FACFAS – “Fellow of the American College of Foot and Ankle Surgeons”
      • FACOG – “Fellow of the American College of Obstetrics and Gynecologists”
      • FCCP – “Fellow of the American College of Chest Physicians”
    • Dalam ilmu penyakit dalam, terdapat 12 sub-spesialis, diantaranya:
      • Alergi-Immunologi Klinik (Sp.PD-KAI)
      • Gastroenterologi-Hepatologi (Sp.PD-KGEH)
      • Geriatri (Sp.PD-KGer)
      • Ginjal-Hipertensi (Sp.PD-KGH)
      • Hematologi – Onkologi Medik (Sp.PD-KHOM)
      • Hepatologi (Sp.PD-KH)
      • Kardiovaskular (Sp.PD-KKV)
      • Endokrin-Metabolik-Diabetes(Sp.PD-KEMD)
      • Psikosomatik (Sp.PD-KPsi)
      • Pulmonologi (Sp.PD-KP)
      • Reumatologi (Sp.PD-KR)
      • Penyakit Tropik-Infeksi (Sp.PD-KPTI)
    • Terdapat 15 sub-spesialis Ilmu Kesehatan Anak, antara lain:
      • Alergi Imunologi
      • Endokrinologi
      • Gastro-Hepatologi
      • Hematologi Onkologi
      • Infeksi & Pediatri Tropis
      • Kardiologi
      • Nefrologi
      • Neurologi
      • Nutrisi & Penyakit Metabolik
      • Pediatri Gawat Darurat
      • Pencitraan
      • Perinatologi
      • Respirologi
      • Tumbuh Kembang Ped. Sosial
      • Kesehatan Remaja

 

  • Terdapat 9 sub-spesialis ilmu THT-KL, antara lain:
    • Otologi
    • Neurotologi
    • Rinologi
    • Laringo-Faringologi
    • Onkologi Kepala Leher
    • Plastik Rekonstruksi
    • Bronkoesofagologi
    • Alergi Imunologi
    • THT Komunitas
    • Sub-spesialis dalam Ilmu Anestesiologi dan Reanimasi, diantaranya:
      • Perawatan Intensif/ICU (Sp.An-KIC)
      • Anestesi Bedah Jantung, torax dan kardiovaskuler
      • Klinik nyeri
      • Regional analgesi
      • Anestesi bedah saraf
      • Anestesi pediatrik
      • Anestesi bedah umum
    • Sub-spesialis dalam Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, antara lain:
      • Infeksi Menular Seksual, Herpes, Dermatosis, Bedah Kulit.
    • Sub-spesialis dalam ilmu bedah, antara lain:
      • Bedah Digestif (SpB.KBD)
      • Bedah Onkologi (SpB(K)Onk)
      • Bedah Anak
      • Bedah Urologi
      • Bedah Umum
    • Sub-spesialis dalam ailmu Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) , antara lain:
      • Infeksi
      • Onkologi Toraks
      • Asma dan PPOK
      • Pulmonologi Intervensi dan Gawat Darurat Napas
      • Faal Paru Klinik
      • Paru Kerja dan Lingkungan
      • Imunologik klinik

Gelar Magister

  • M.Kes – Magister Kesehatan
  • M.Ked – Magister Kedokteran
  • M.Pd.Ked – Magister Pendidikan Kedokteran
  • M.Kesja – Magister Kesehatan Kerja
  • MMR – Magister Manajemen Rumahsakit
  • MARS – Magister Administrasi Rumah Sakit
  • MKK – Magister Kedokteran Kerja
  • MKK – Magister Kedokteran Klinik
  • M.Biomed – Master Ilmu Biomedik (Kedokteran Dasar)

 

By restiindah37
Sampingan

Ini lanjutan postingan yang kemarin, silahkan baca sobat J

 

Cabang ilmu kedokteran

Profesi kedokteran dituntut untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik, apalagi kini cakupan ilmu telah berkembang luas. Ilmu kedokteran gigi dan psikologi, walaupun sering dipisahkan dari kedokteran umum, tetap menjadi bagian satu kesatuan ilmu kedokteran.

Seorang dokter dapat memiliki kemampuan spesialisasi(sudah menjalani pendidikan lanjut pasca sarjana) dan subspesialisasi yang disebut sebagai dokter spesialis. Penentuan spesialiasi dan gelarnya beragam di tiap negara.

Spesialiasi diagnostik

  • Laboratorium klinik adalah layanan diagnostik klinis yang mengaplikasikan teknik laboratorium untuk membuat diagnosis dan manajemen pasien. Di Amerika Serikat, layanan ini berada di bawah pengawasan seorang patologis (ahli patologi). Orang yang dapat bekerja di bidang ini adalah staf yang paham akan teknologi kedokteran, di Indonesia Laboratorium patologi ini ada 2 :
  1. Patologi klinik
  2. Patologi anatomi

Disiplin ilmu pre-klinis

  • Anatomi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan organisasi tubuh manusia
  • Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi berbagai organ dan sistem organ serta interaksinya dalam tubuh manusia
  • Biokimia adalah ilmu yang mempelajari proses-proses kimia yang terjadi dalam tubuh manusia
  • Histologi adalah ilmu yang mempelajari struktur mikroskopik dan fungsi jaringan pembentuk dan penyusun organ dan sistem organ dalam tubuh manusia
  • Farmakologi adalah ilmu yang mempelajari obat-obatan, interaksi dan efeknya terhadap tubuh manusia
  • Patologi anatomi adalah ilmu yang mempelajari kelainan struktur mikroskopik dan makroskopik berbagai organ dan jaringan yang disebabkan penyakit atau proses lainnya
  • Patologi klinik adalah ilmu yang mempelajari kelainan yang terjadi pada berbagai fungsi organ atau sistem organ
  • Parasitologi adalah ilmu yang mempelajari penyakit-penyakit yang disebabkan parasit
  • Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari penyakit-penyakit yang disebabkan mikroba

Disiplin ilmu klinis

Cakupan antardisipliner

Ilmu kedokteran pun meluas ke bidang lainnya. Beberapa bidang belum dikenal di Indonesia.

Pendidikan dan profesi kedokteran di Indonesia

Pendidikan kedokteran pada tahun 1901.

Pendidikan kedokteran adalah proses pendidikan dokter untuk diterapkan di masyarakat.

Pendidikan dan pelatihan ilmu kedokteran bervariasi di setiap negara, namun di hampir semuanya pendidikan ini dibuka mulai dari sekolah kedokteran atau fakultas kedokteran di tingkat universitas selama waktu yang ditentukan.

Di Indonesia, pendidikan kedokteran dibuka di tingkat fakultas kedokteran universitas. Mahasiswa harus menempuh pendidikan strata-1 selama sekitar 3,5 tahun untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran (SKed). Setelah itu untuk menjadi seorang dokter, mahasiswa harus mengikuti pendidikan profesi dokter selama 1,5 tahun. Ketika telah diambil sumpah, seorang dokter dianjurkan menjadi pegawai tidak tetap (PTT) pemerintah untuk disebar ke daerah selama waktu yang telah ditentukan. Seorang dokter umum dapat mengambil pendidikan spesialisasi sesuai pilihannya.Saat ini kurikulum pendidikan kedokteran di Indonesia menganut sistem pembelajaran berdasarkan masalah atau Problem based Learning (PBL).

Konsil Kedokteran Indonesia

Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) berdasarkan UU no. 29 Tahun 2004 tentang praktik Kedokteran, telah dibentuk untuk melindungi masyarakat penerima jasa pelayanan kesehatan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dari dokter dan dokter gigi, yang terdiri atas Konsil Kedokteran dan Konsil Kedokteran Gigi. KKI bertanggung jawab kepada Presiden dan berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia.

KKI mempunyai fungsi pengaturan, pengesahan, penetapan, serta pembinaan dokter dan dokter gigi yang menjalankan prakterk kedokteran dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan medis. KKI mempunyai tugas meregistrasi dokter dan dokter gigi, mengesahkan standar pendidikan profesi dokter dan dokter gigi dan melakukan pembinaan terhadap penyelenggaraan praktik kedokteran yang dilaksanakan bersama lembaga terkait sesuai dengan fungsi masing-masing. Standar pendidikan profesi dokter dan dokter gigi yang disahkan Konsil ditetapkan bersama oleh Konsil Kedokteran Indonesia dengan kolegium kedokteran, kolegium kedokteran gigi, asosiasi institusi pendidikan kedokteran, asosiasi institusi pendidikan kedokteran gigi, dan asosiasi rumah sakit pendidikan.

KKI mempunyai wewenang:

  • menyetujui dan menolak permohonan registrasi dokter dan dokter gigi,
  • menerbitkan dan mencabut surat tanda registrasi dokter dan dokter gigi,
  • mengesahkan standar kompetensi dokter dan dokter gigi,
  • melakukan pengujian terhadap persyaratan registrasi dokter dan dokter gigi,
  • mengesahkan penerapan cabang ilmu kedokteran dan kedokteran gigi,
  • melakukan pembinaan bersama terhadap dokter dan dokter gigi mengenai pelaksanaan etika profesi yang ditetapkan oleh Organisasi Profesi,
  • melakukan pencatatan terhadap dokter dan dokter gigi yang dikenakan sanksi oleh organisasi profesi, atau perangkatnya karena melanggar ketentuan etika profesi.

Susunan organisasi Konsil Kedokteran Indonesia terdiri atas:

  • Konsil Kedokteran
  • Konsil Kedokteran Gigi.

Konsil Kedokteran dan Konsil Kedokteran Gigi masing-masing terdiri atas 3 divisi yaitu:

  • divisi registrasi,
  • divisi standar pendidikan profesi,
  • divisi pembinaan.

Jumlah anggota Konsil Kedokteran Indonesia berjumlah 17 orang yang terdiri dari unsur-unsur yang berasal dari :

  • Organisasi Profesi Kedokteran 2 orang,
  • Organisasi Profesi Kedokteran Gigi 2 orang,
  • Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran 1 orang,
  • Asosiasi Institusi Pendidikan Kedoktan Gigi 1 orang,
  • Kolegium Kedokteran 1 orang,
  • Kolegium Kedokteran Gigi 1 orang,
  • Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan 2 orang,
  • Tokoh Masyarakat 3 orang,
  • Departemen Kesehatan 2 orang,
  • Departemen Pendidikan Nasional 2 orang.

Keanggotaan KKI untuk pertama kali ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Kesehatan (pasal 84 Undang Undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran).

Sertifikat Kompetensi bagi Dokter

Sertifikat Kompetensi perlu dibuat bagi Dokter lulusan sebelum 29 April 2007 dan belum mengajukan pembuatan Surat Tanda Registrasi (STR) ke Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Proses pembuatan Sertifikat Kompetensi ini hanya berlaku sampai dengan tanggal 29 Oktober 2007 (batas terakhir pengajuan STR ke KKI berdasarkan surat KKI No. KK. 01.03/KKI/Reg/IV/301). Sertifikat Kompetensi akan dikirim ke alamat korespondensi yang tercantum dalam formulir pendaftaran dengan Pos Tercatat.

Surat Tanda Registrasi (STR)

Surat Tanda Registrasi adalah pencatatan resmi dokter dan dokter gigi yang telah memiliki sertifikat kompetensi dan telah mempunyai kualifikasi tertentu, serta diakui secara hukum untuk melakukan tindakan sesuai kompetensinya. Registrasi yang memenuhi persyaratan dan melewati proses verifikasi, konfirmasi, validasi dan penandatanganan oleh Registar maka terbitlah Surat Tanda Registrasi (STR). Surat Tanda Registrasi tersebut menjadi bukti tertulis yang diberikan oleh KKI bagi dokter dan dokter gigi.

Referensi

  1. ^ AHIMA e-HIM Work Group on the Legal Health Record. (2005). “Update: Guidelines for Defining the Legal Health Record for Disclosure Purposes.”. Journal of AHIMA 78 (8): 64A–G. http://library.ahima.org/xpedio/groups/public/documents/ahima/bok1_027921.hcsp?dDocName=bok1_027921.
  2. ^ Coulehan JL, Block MR (2005). The Medical Interview: Mastering Skills for Clinical Practice (edisi ke-5th ed.). F. A. Davis. ISBN 0-8036-1246-X.

 

KEDOKTERAN PART 2

By restiindah37

KEDOKTERAN

KEDOKTERAN

Image

Kedokteran (bahasa Inggrismedicine) adalah suatu ilmu dan seni yang mempelajari tentang penyakit dan cara-cara penyembuhannya. Ilmu kedokteran adalah cabangilmu kesehatan yang mempelajari tentang cara mempertahankan kesehatan manusia dan mengembalikan manusia pada keadaan sehat dengan memberikan pengobatan pada penyakit dan cedera. Ilmu ini meliputi pengetahuan tentang sistem tubuh manusia dan penyakit serta pengobatannya, dan penerapan dari pengetahuan tersebut.

Daftar isi

1. Ikhtisar

Praktek kedokteran dilakukan oleh para profesional kedokteran–lazimnya dokter dan kelompok profesi kedokteran lainnya yang meliputi perawat atau ahli farmasi. Berdasarkan sejarah, hanya dokterlah yang dianggap mempraktikkan ilmu kedokteran secara harfiah, dibandingkan dengan profesi-profesi perawatan kesehatan terkait. Profesi kedokteran adalah struktur sosial dan pekerjaan dari sekelompok orang yang dididik secara formal dan diberikan wewenang untuk menerapkan ilmu kedokteran. Di berbagai negara dan wilayah hukum, terdapat batasan hukum atas siapa yang berhak mempraktikkan ilmu kedokteran atau bidang kesehatan terkait.

Ilmu kedokteran umumnya dianggap memiliki berbagai cabang spesialis, dari pediatri (ilmu kesehatan anak), ginekologi (ilmu penyakit pada wanita), neurologi (ilmu penyakit saraf), hingga melingkupi bidang lainnya seperti kedokteran olahraga, dan kesehatan masyarakat.

Sistem kedokteran dan praktik perawatan kesehatan telah berkembang dalam berbagai masyarakat manusia sedikitnya sejak awal sejarah tercatatnya manusia. Sistem-sistem ini telah berkembang dalam berbagai cara dan berbagai budaya serta daerah yang berbeda. Yang dimaksud dengan ilmu kedokteran modern pada umumnya adalah tradisi kedokteran yang berkembang didunia Barat sejak awal zaman modern. Berbagai tindakan pengobatan dan kesehatan tradisional masih dipraktikkan di seluruh dunia, di mana sebagian besar dianggap terpisah dan berbeda darikedokteran Barat, yang juga disebut biomedis atau tradisi Hippokrates.

Sistem ilmu kedokteran yang paling berkembang selain sistem Barat adalah tradisi Ayurveda dari India dan pengobatan tradisional Tionghoa. Berbagai tradisi perawatan kesehatan non konvensional juga dikembangkan di dunia Barat yang berbeda dari ilmu kedokteran pada umumnya. Di berbagai tempat, sistem kedokteran Barat seringkali dipraktikkan bersama-sama dengan sistem kedokteran tradisional setempat atau sistem kedokteran lainnya, meskipun juga dianggap saling bersaing atau bahkan bertentangan.

Kedokteran veteriner atau yang lazim disebut kedokteran hewan adalah praktik kesehatan yang dikhususkan untuk spesies hewan dan merupakan ilmu kedokteran lainnya selain untuk manusia.

2. Sejarah

Pada awalnya, sebagian besar kebudayaan dalam masyarakat awal menggunakan tumbuh-tumbuhan herbal dan hewan untuk tindakan pengobatan. Ini sesuai dengan kepercayaan magis mereka yakni animismesihir, dan dewa-dewi. Masyarakat animisme percaya bahwa benda mati pun memiliki roh atau mempunyai hubungan dengan roh leluhur.

Ilmu kedokteran berangsur-angsur berkembang di berbagai tempat terpisah yakni Mesir kunoTiongkok kunoIndia kunoYunani kunoPersia, dan lainnya. Sekitar tahun 1400-an terjadi sebuah perubahan besar yakni pendekatan ilmu kedokteran terhadap sains. Hal ini mulai timbul dengan penolakan–karena tidak sesuai dengan fakta yang ada–terhadap berbagai hal yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh pada masa lalu (bandingkan dengan penolakan Copernicus pada teori astronomi Ptolomeus. Beberapa tokoh baru seperti Vesalius (seorang ahli anatomi) membuka jalan penolakan terhadap teori-teori besar kedokteran kuno seperti teori GalenHippokrates, dan Avicenna. Diperkirakan hal ini terjadi akibat semakin lemahnya kekuatan gereja dalam masyarakat pada masa itu.

Ilmu kedokteran yang seperti dipraktikkan pada masa kini berkembang pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 di Inggris (oleh William Harvey, abad ke-17), Jerman (Rudolf Virchow) dan Perancis (Jean-Martin CharcotClaude Bernard). Ilmu kedokteran modern, kedokteran “ilmiah” (di mana semua hasil-hasilnya telah diujicobakan) menggantikan tradisi awal kedokteran Barat, herbalisme, humorlasime Yunani dan semua teori pra-modern. Pusat perkembangan ilmu kedokteran berganti ke Britania Raya dan Amerika Serikat pada awal tahun 1900-an (oleh William OslerHarvey Cushing).

Kedokteran berdasarkan bukti (evidence-based medicine) adalah tindakan yang kini dilakukan untuk memberikan cara kerja yang efektif dan menggunakan metode ilmiah serta informasi sains global yang modern.

Kini, ilmu genetika telah memengaruhi ilmu kedokteran. Hal ini dimulai dengan ditemukannya gen penyebab berbagai penyakit akibat kelainan genetik, dan perkembangan teknik biologi molekuler.

Ilmu herbalisme berkembang menjadi farmakologi. Masa modern benar-benar dimulai dengan penemuan Heinrich Hermann Robert Koch bahwa penyakit disebarkan melalui bakteria (sekitar tahun 1880), yang kemudian disusul penemuan antibiotik (sekitar tahun 1900-an). Antibiotik yang pertama kali ditemukan adalah obat Sulfa, yang diturunkan dari anilina. Penanganan terhadap penyakit infeksi berhasil menurunkan tingkat infeksi pada masyarakat Barat. Oleh karena itu dimulailah industri obat.

3. Praktek kedokteran

Praktek kedokteran mengombinasikan sains dan seni. Sains dan teknologi adalah bukti dasar atas berbagai masalah klinis dalam masyarakat. Seni kedokteran adalah penerapan gabungan antara ilmu kedokteran, intuisi, dan keputusan medis untuk menentukan diagnosis yang tepat dan perencanaan perawatan untuk masing-masing pasien serta merawat pasien sesuai dengan apa yang diperlukan olehnya.

Pusat dari praktik kedokteran adalah hubungan relasi antara pasien dan dokter yang dibangun ketika seseorang mencari dokter untuk mengatasi masalah kesehatan yang dideritanya.

Dalam praktik, seorang dokter harus:

  • membangun relasi dengan pasien
  • mengumpulkan data (riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik dengan hasil laboratorium atau citra medis)
  • menganalisis data
  • membuat rencana perawatan (tes yang harus dijalani berikutnya, terapi, rujukan)
  • merawat pasien
  • memantau dan menilai jalannya perawatan dan dapat mengubah perawatan bila diperlukan.

Semua yang dilakukan dokter tercatat dalam sebuah rekam medis, yang merupakan dokumen yang berkedudukan dalam hukum. [1]

4. Relasi pasien-dokter

Hubungan relasi antara dokter dan pasien yang timbul pada ruangan praktik

Relasi pasien dan dokter adalah proses utama dari praktik kedokteran. Terdapat banyak pandangan mengenai hubungan relasi ini.

Pandangan yang ideal, seperti yang diajarkan di fakultas kedokteran, mengambil sisi dari proses seorang dokter mempelajari tanda-tanda, masalah, dan nilai-nilai dari pasien; maka dari itu dokter memeriksa pasien, menginterpretasi tanda-tanda klinis, dan membuat sebuah diagnosis yang kemudian digunakan sebagai penjelasan kepada pasien dan merencanakan perawatan atau pengobatan. Pada dasarnya, tugas seorang dokter adalah berperan sebagai ahli biologi manusia. Oleh karena itu, seorang dokter harus paham benar bagaimana keadaan normal dari manusia sehingga ia dapat menentukan sejauh mana kondisi kesehatan pasien. Proses inilah yang dikenal sebagai diagnosis.

Empat kata kunci dari diagnosis dalam dunia kedokteran adalah anatomi (struktur: apa yang ada di sana), fisiologi atau faal (bagaimana struktur tersebut bekerja), patologi (apa kelainan dari sisi anatomi dan faalnya), dan psikologi (pikiran dan perilaku). Seorang dokter juga harus menyadari arti ‘sehat’ dari pandangan pasien. Artinya, konteks sosial politik dari pasien (keluarga, pekerjaan, tingkat stres, kepercayaan) harus turut dipertimbangkan dan kadang-kadang dapat menjadi petunjuk dalam kepentingan membangun diagnosis dan perawatan berikutnya.

Ketika bertemu dengan dokter, pasien akan memaparkan komplainnya (tanda-tanda) kepada dokter, yang nantinya akan memberikan berbagai informasi tentang tanda-tanda klinis tersebut. Kemudian dokter akan memeriksa, mencatat segala yang ditemukannya pada diri pasien dan memperkirakan berbagai kemungkinan diagnosis. Bersama pasien, dokter akan menyusun perawatan berikutnya atau tes laboratorium berikutnya bila diagnosis belum dapat dipastikan. Bila diagnosis telah disusun, maka dokter akan memberikan (“mengajarkan”) nasihat medis. Relasi pengajaran ini menempatkan dokter sebagai guru (Physician dalam Bahasa Inggris; berasal daribahasa Latin yang berarti guru).

Relasi dokter dan pasien dapat dianalisis dari pandangan masalah etika. Banyak nilai dan masalah etika yang dapat ditambahkan ke relasi ini. Tentunya, masalah etika amat dipengaruhi oleh tingkat masyarakat, masa, budaya, dan pemahan terhadap nilai moral. Sebagai contoh, dalam 30 tahun terakhir, penegasan dan tuntutan terhadap hak otonomi pasien kian meningkat di dalam dunia kedokteran Barat.

Relasi dan proses praktik juga dapat dilihat dari sisi relasi kekuatan sosial (seperti yang dikemukakan Michel Foucault atau transaksi ekonomi. Profesi dokter memiliki status yang lebih tinggi pada abad lalu, dan mereka dipercaya untuk melakukan tindakan dalam kesehatan masyarakat. Hal ini membawa suatu kekuatan tersendiri dan membawa keuntungan serta kerugian bagi pasien.

Pada 25 tahun terakhir ini, kebebasan dokter dipersempit. Terutama dengan kehadiran perusahaan asuransi seiring naiknya biaya perawatan kesehatan. Di berbagai negara (seperti Jepang) pihak asuransi juga mempunyai pengaruh dalam penentuan keputusan medis.

Kualitas relasi pasien dan dokter sangat penting bagi kedua pihak. Saling menghormati, kepercayaan, pertukaran pendapat mengenai penyakit dan kehidupan, ketersediaan waktu yang cukup, mempertajam ketepatan diagnosis, dan memperkaya wawasan pasien tentang penyakit yang dideritanya; semua ini dilakukan agar relasi kian baik.

Relasi kian kompleks di luar ruang praktik pribadi dokter, seperti pada bangsal rumah sakit. Dalam rumah sakit, relasi tak hanya antara dokter dan pasien, namun juga dengan pasien lainnya, perawat, pekerja dari lembaga sosial, dan lainnya.

[sunting]Kecakapan klinis

Sebuah evaluasi medis yang lengkap terdiri dari sebuah riwayat kesehatanpemeriksaan fisik, hasil laboratorium atau citra medis, analisis data, dan penentuan diagnosis, dan perencanaan perawatan atau pengobatan.[2]

Hal-hal yang termasuk dalam riwayat kesehatan:

  • Keluhan utama (KU): alasan pasien datang kepada dokter. Hal ini disebut tanda atau gejala. Dituliskan sesuai dengan yang diungkapkan oleh pasien dan sejak kapan hal tersebut di keluhkan pasien.
  • Riwayat Penyakit Sekarang (RPS)(HPI: History of present illness): urutan kronologis dari tanda-tanda dan klasifikasi dari setiap tanda.
  • Aktivitas kini: hal-hal yang berkaitan aktivitas pasien sekarang seperti pekerjaan, hobi, dan lainnya.
  • Riwayat Pengobatan: obat apa yang digunakan pasien sebelum menemui dokter, termasuk alergi.
  • Riwayat Penyakit Dahulu/RPD(PMH: Past medical history): perawatan yang pernah dijalani pasien sebelumnya, cedera, penyakit infeksi yang pernah diderita, vaksinasi, alergi yang pernah diderita.
  • Riwayat Sistemik (ROS: Review of systems): menanyakan pasien mengenai kondisi sistem organ utamanya seperti jantungparu-parusistem pencernaan (traktus digestivus), dan lainnya.
  • Riwayat sosial Ekonomi(SH: Social history): tempat lahir, tempat tinggal, status perkawinan, status sosial ekonomi, kebiasaan (termasuk diet), penggunaan obat, tembakau, dan alkohol.
  • Riwayat keluarga (FH: Family history): membuat daftar penyakit apa saja yang pernah diderita oleh keluarga pasien yang dapat diturunkan (penyakit genetik). Biasanya dibuat dalam silsilah keluarga atau pohon keluarga.

Dalam pemeriksaan fisik, dokter berusaha mencari tanda yang dapat mendukung proses pembuatan diagnosisnya. Dokter menggunakan indera penglihatan, pendengaran, sentuhan, dan kadang-kadang juga dengan penciuman. Empat metode utama untuk pemeriksaan fisik: melihat (inspeksi), merasakan/menyentuh (palpasi), mengetuk untuk membedakan karakteristik resonansi (perkusi), mendengar (auskultasi); mencium kadang-kadang diperlukan seperti untuk membaui urea pada penyakit uremia.

Pemeriksaan fisik mencakup:

Hasil laboratorium dan pencitraan medis dapat digunakan bila diperlukan.

Pemeriksaan ini dapat berlangsung hanya dalam beberapa menit bila masalahnya sederhana maupun hingga berminggu-minggu bila pasien mengalami masalah pada beberapa sistem tubuhnya sehingga diperlukan rujukan ke beberapa dokter spesialis.

Continued in next post🙂

By restiindah37

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

By restiindah37